19 octobre 2010

Sembilan setengah tahun...

... dan sepuluh hari! Gara2 ada teman minta diceritain saat2 melahirkan, aku jadi bernostalgia tentang saat2 melahirkannya Fatheen. Sepertinya belum dicatat di blog ini deh... Jelas, yang aku ingat sekarang tidaklah sekomplit cerita nyatanya. tapi lumayan juga kali ya, buat dituangkan sebelum benar2 lupa... ;)

Rasanya baru kemaren, Jum'at 6 April 2001, pas pagi2 aku pendarahan. Aku yang limit pengetahuan tentang kehamilan, tak punya teman, jauh dari saudara untuk ditanya. Panik. Dan Aa juga panik pas pulang makan siang seperti biasa. Satu2nya solusi; telpon dokter yang menyarankan kami segera ke klinik...

Memang sebenarnya due date untuk Fatheen itu tanggal 30 April. Dokter menyarankan kami ke klinik, selain khawatir tentang pendarahan, juga karena dokter tau bahwa kami tinggal di Sophia Antipolis, sebuah kota kecil yang waktu itu sangat terpencil. Kalau sekarang hanya agak terpencil... :p Dan kami tak punya mobil. Lebih aman menyuruh kami langsung ke klinik ketimbang ke tempat prakteknya kalau nantinya harus ke klinik juga...

Aa ijin kantor siang itu. Kami ke klinik menggunakan taksi. Sampai di sana diperiksa ternyata masih belum bukaan. Diobservasi beberapa jam tidak ada pendarahan lagi. Sepertinya cuma bouchon muqueuse yang lepas. Dan itu bukan berarti akan segera melahirkan. Apalagi untuk anak pertama. Karena itu kamipun disuruh pulang. Dan kami pulang naik bis!... Taksi kan mahal sekali di sini!... :p

Hari Sabtu berjalan tenang. Minggu pagi aku merasakan sakit perut yang hebat. Sambil menonton semifinal Piala Davis, aku mondar-mandir ke kamar untuk baringan. Karena tengah hari masih sakit juga, dan telepon2 ke ibu2 di Indonesia tidak bsia membantu menenangkan :D, kamipun menelepon ke dokter. Dokter menyadarkanku kalau itulah kontraksi! Kami harus secepatnya ke klinik!...

Keluar dari Sophia Antipolis di hari Minggu, saat kami tak punya mobil dan tak punya teman yang cukup akrab untuk direpotkan, terbukti adalah perjuangan yang sangat sulit sekali!... Kami coba telpon taksi sampe banyak nomor. Tak ada satupun yang menjawab!... Kami coba telpon ambulans, ga ada juga!!! Sampai sekitar jam 3 sore, kami memutuskan untuk pasrah; kl kami ga dapet kendaraan, itu berarti belum saatnya bayi dilahirkan...

Tapi ternyata ada faktor yang tak kami perhitungkan; dokter ternyata menunggu kami di klinik!!! Karena kami tak kunjung datang, beliau menelpon balik kami. Lalu menyuruh kami menelepon SAMU (Service d'aide medicale urgente) alias 911-nya Perancis. Dan SAMu pun mengirimkan ... tim pemadam kebakaran! karena merekalah yang siap jaga paling dekat dengan Sophia...

Jadilah kami ke klinik menggunakan mobil merah pemadam kebakaran!... Memang bukan truk besar dengan tangga dan selang bergulung2 itu lah... Tapi mobil yang suka dipake buat membawa korban itu loh... ;)

Percayalah; naik mobil pemadam, walaupun dalam posisi tidur, adalah sangat tidak nyaman!... Entah karena tim yang datang waktu itu adalah dua anak muda yang terlihat kepanikannya saat tau kalau usia kehamilanku memasuki bulan ke-9 :p sehingga cara nyetirnya tidak nyaman, atau memang karena mobilnya bukan untuk orang tiduran bersantai-santai... Yang jelas kami selamat sampai di klinik tanpa si bayi lahir duluan, dan gratis!... :D

Aku lupa waktu itu sampe klinik jam berapa. Antara jam 6-9 sore. Pas diperiksa memang sudah bukaan dan kontraksi sudah teratur. Tapi sama seperti kelahiran Faïka, proses bukaannya lambat sekali. Masalahnya, waktu itu kami awam sekali. Tak sempat konsultasi dengan dokter ahli bius. Padahal tanpa pemeriksaan sebelumnya, epidural tidak bisa diberikan!...

Jadilah aku kesakitan selama proses kontraksi. Ditambah dengan ketidaktahuan dan kekurangan persiapan pengetahuan (ga tega mau mengatakan diri sendiri masih bodoh :p), jadilah aku super ketakutan... Rasanya malu mengingat saat itu teriak2 kesakitan. Berhenti saat jeda kontraksi dan karena kecapean hingga ketiduran. Bangun lagi kesakitan karena kontraksi. Dan hari Senin, 9 April 2001 jam 4.25 pagi, lahirlah Fatheen...

Beda dengan ritual bayi baru belakangan ini, saat itu bayi cuma sebentar diperlihatkan ke ibu dan bapaknya. Cuma sempat mengadzani, bayi diambil untuk dimandiin, dibajuin, ditimbang, dan diukur. Setelah itu bayi ditaruh dalam box berselimut untuk kemudian dibawa ke kamar inap bersama dengan ibunya. Tak banyak kontak...

Aku ingat sekali, jam 7 pagi Fatheen bangun menangis. Waktu itu Aa sudah pulang. aku yakin dia pasti capek juga begadang semalaman... Bidan mengajariku untuk menyusui karena dia sudah diberi tau sebelumnya kl aku ingin memberikan ASI untuk anakku. SubhanaLlah bahagianya. Saat itu aku lebih merasa menjadi ibu, sesudah ada klik saat kontak pertama dengan bayi yang cuma sebentar setelah melahirkan...

Abis minum ASI, Fatheen bobo... Perawat minta aku mencoba berdiri. Ga kuat! Pingsan beberapa detik. Ternyata aku pendarahan hebat. Pantesan perawatnya pake minta aku nyoba berdiri segala. Buat ngetes, to!?... Pas lairan Faika baru nyadar tuh... :D

Aku ga inget bener kapan akhirnya bisa berdiri sendiri. Tapi sempat ingat diminta latihan ke WC sendiri dengan dibantu didudukkan dan dibangunkan dari kloset. Wah, untuk WC duduk ya!?... Kl WC jongkok kayaknya byebye aja deh... :p

Yang jelas kondisiku membuat dokter kandungan menahan aku di klinik sampai 5 hari. Dokter anak juga!... Apalagi melihat suamiku yang tidak benar2 disponible. Tidak bisa dipanggil dan datang setiap saat!... Karena asal tahu aja, bis dari Sophia ke Cannes waktu itu hanya ada tiap 2 jam sekali. Sekali telat, ya musti tunggu 2 jam kemudian!...

Saat lairan Fatheen, banyak keluarga yang menelepon ke klinik. Pas lairan Faika ga ada sama sekali!... Mentang2 nelpon dari sini ke Indonesia gratis ya!?... Jadi pada milih nunggu ditelepon tuh!... :p Anyway, kl ada yang nanya kenapa aku lama di klinik (dan membanding-bandingkan dengan kondisi di Indonesia *sigh*), aku jawab nunggu sampe aku lebih sehat karena kalau dipulangkan, tak ada yang bantu2 aku urus anak dan rumah. Sampe aku tulis postingan ini, ga banyak yang tau kalau aku pendarahan hebat sampe terpingsan-pingsan... ;)

Selama tinggal di klinik pas lairan Fatheen itu merupakan pengalaman menjadi imigran yang cukup intense. Bahasa perancisku masih minim, sedangkan bahasa inggris kru klinik juga pas2an. Komunikasi banyak dilakukan dengan bahasa isyarat. Beruntung tim di klinik waktu itu menurutku cukup baik. Padahal saat2 itu sedang ada pemogokan kerja tim medis loh!... Aku inget bener bahwa di punggung baju putih bidan yang membantu melahirkan, juga perawat2 jaga, tertempel stiker besar bertuliskan "en grève" alias sedang mogok kerja!... :D

Pengalaman melahirkan Fatheen, membuatku makin banyak baca. Membekali diri dengan pengetahuan tentang melahirkan dan pasca melahirkan. Terutama soal menyusui!... Saat melahirkan Fatheen, selama di klinik, dia sempat dikasih susu formula di saat malam. Memang karena kondisi fisikku, dokter menyarankan bayi ditaruh di nursery biar aku bsia tidur tenang di malam hari. Untuk praktisnya, bidan memberi sufor di nursery tanpa perlu membangunkan aku...

Belakangan baru tau kl kita punya hak buat minta bidan membawa bayi ke kamar untuk disusuin. Tapi memang dasar pengetahuanku juga minim; pas hari2 awal, pas ASI belum lancar, melihat bayi sering nangis dan bidan menyarankan untuk memberikan sufor, aku nyerah!... :( AlhamduliLlahnya aku keukeuh untuk meneruskan ASI biarpun didampingi sufor, bisa meberikan ASI ekslusif selama 4 bulan (seperti yang direkomendasikan saat2 itu) begitu ASI sudah ada banyak, dan dilanjutkan hingga Fatheen 2 tahun... :)

Pengalaman melahirkan Fatheen juga membuatku lebih memperluas jaringan. Menambah teman, berusaha mempunyai teman akrab, dan mempersiapkan teman itu kalau sewaktu-waktu aku butuh pertolongan. Beruntung aku punya mbak Maria yang kebetulan berasal dari Solo... ;) Saat rencana kami mendatangkan mamah (mertuaku) ke Perancis gagal karena beliau terkena stroke :( kami masih punya plan (m)B(ak Maria)... :)

Yang jelas, kemampuan bahasaku saat melahirkan Faika memang jauh lebih maju ketimbang saat melahirkan Fatheen. Dan itu sangat2 membantu, terutama saat kita sendirian di klinik. Karena di Perancis, tidak diperbolehkan orang dewasa ditunggui sampe menginap!... Dengan kemampuan bahasaku yang lumayan, aku bisa berdebat nyeyel ke bidan yang mau kasih Faika sufor. Keren, kan!?... ;) :p

Yah, liat saja... Bayiku dulu, yang dilahirkan 9 setengah tahun dan sepuluh hari yang lalu, sekarang sudah besar. Sudah duduk di CM1 yang setingkat dengan kelas 4 SD di Indonesia. Ukuran sepatunya sudah sama denganku!!! Bayi yang dulu cuma berukuran 48,5 cm itu, untuk beli baju sekarang harus ke bagian remaja. Sudah susah menemukan ukurannya di bagian anak2... Melihat semua itu, mosok sih, mamanya ga berkembang soal kemampuan bahasanya?... ;)

2 commentaires:

eee a dit…

baru bacaa... udah lama gak buka2 sini... :D
huhuhu, pengalamannya super seru dan menegangkan mbak, dibandingkan pengalamanku...
kalo faika, nyetir sendiri gak sih ke kliniknya? udah lupa ceritanya nih...

a l f i a dit…

dah lama juga ga diisi tuh!... jadi inget ada posting yang dah 2 mingguan nginep dan belum diterusin juga... hehehe... :p

cerita soal faika? dah lupa ya? padahal ikutan comment tuh! coba liat lagi di http://mamannyabebe.blogspot.com/2008/04/empat-bulan-yang-lalu.html ;)